Indonesian Weblog
| Taiwan Tarik Peredaran Indomie |
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Senin, 11 Oktober 2010 14:50 |
|
Pihak berwenang Taiwan mengumumkan penarikan mie instan Indomie pada hari Jumat setelah dua pengawet dilarang, metil asam p-hydroxybenzoate dan benzoat ditemukan. Pengawet hanya itu sebetulnya hanya diperbolehkan dalam kosmetik Pengawet tersebut digunakan dalam makanan di Taiwan, Kanada dan Eropa. Jika dikonsumsi, pengawet menyebabkan muntah. Lebih jauh lagi, jika mereka dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam jumlah besar, dapat menyebabkan asidosis metabolik - kondisi yang disebabkan oleh asam terlalu banyak.
Mie instan produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Indomie yang dianggap Taiwan 'berbahaya' ternyata sebenarnya untuk spesifikasi pasar Indonesia. Tak heran, ketika sampai di Taiwan, produk itu langsung tak memenuhi standar negara tersebut. Hal itu terungkap berdasarkan hasil klarifikasi Kantor Dagang Indonesia (KDI) di Taiwan kepada pihak produsen mie instant yakni Indofood untuk memberikan keterangan mengenai informasi tersebut. Klarifikasi itu diajukan setelah KDI di Taiwan mendapat surat pemberitahuan dari departemen kesehatan setempat terkait kasus temuan produk mie instant Indomie 'berbahaya'. Sebelumnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk buatan Indonesia itu aman dikonsumsi. Kustantinah menjelaskan BPOM mempunyai aturan yang mengatur bahan tambahan makanan yang diperbolehkan ada di dalam pangan dengan batas maksimum penggunaannya. BPOM mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 722 tahun 1988 yang salah satunya mengatur masalah bahan tambakan makanan. Menurut dia, BPOM telah melakukan pengawasan dan pengujian terhadap bahan pengawet nipagin yang ada di dalam Indomie. "Prinsipnya Taiwan memang memiliki ketentuan dan spec (spesifikasi) berbeda karena tidak anggota Codex dunia seperti kita," jelas pria yang biasa disapa Franky itu.
|